Hidup
adalah serangkaikan dari takdir-takdir yang harus kita jalani. Ada takdir yang
tak hentinya membuat kita tersenyum bahagia dan adapula takdir yang membuat
kita menangis tersedu-sedu. Namun tidak ada yang pernah mengatakan bahwa ada
jenis takdir yang justru membuat kita kebingungan antara senang atau sedih
antara marah atau haru. Kita diditik dimana pun mempertanyakan banyak hal yang
tak ada satupun yang mampu menjawabnya bahkan diri kita sendiri..
Yah bahkan diri sendiri tidak
mengerti, kenapa harus aku?
Kenapa
dari semua permasalahan solusinya adalah mengorbankan diriku? Aku yang tidak
tau apa-apa. Aku yang terus bertanya-tanya kenapa hidup rasanya setidak adil
ini. Bukan aku yang membuat kesalahan tapi aku yang harus membayar sampai
tuntas, bukan aku yang memulai permasalahan tapi harus aku yang terlibat untuk
membereskannya sampai habis. Aku terus bertanya-tanya sampai kepalaku sakit
tentang mengapa segala hal harus aku?
Sampai akhirnya aku menemukan satu
kesimpulan dalam kepalaku, diriku, hidup bukan hanya serangkaian
takdir-takdir yang harus di jalani namun didalamnya pun ada pengorbanan yang
harus dilakukan untuk membuat hidup seseorang terselamatkan. Meskipun terkadang
tidak masuk dalam logikamu, namun tidak ada satu orangpun yang dapat
melakukannya kecuali dirimu sendiri. Jangan sedih, jangan berkecil hati pun
jangan menyimpan dendam pada mereka namun tersenyumlah dan lapangkan hati sebab
kita tidak tahu rencana baik apa yang telah Allah siapkan karena kebaikan hati
kita menerima.
Yah itulah
kesimpulan yang kubuat untuk menenangkan hatiku sendiri, meskipun harus melalui
banyak perenungan, rasa sakit yang dilampiaskan lewat tangisan tak bersuara
juga malam-malam panjang dengan isi kepala yang penuh.
Yah aku melewati hari-hari berat sampai bisa menerima dan berdamai dengan segala riuh di kepalaku. Semoga benar hal-hal baik akan berdatangan tanpa kuduga. Amiin. #Ra






.png)
.png)
