BAGIAN 3 "Mau Kemana?"

      

  Assalamualaikum gaesss, balik lagi nih sama akuuu, di bagian 2 kemarin aku udah janji bakal bahas tentang gimana sih perjalanan karir aku sampai pada akhirnya bisa mencapai titik yang menurutku udah lebih dari cukup sih, udah terwujudlah cita-cita masa kecilku. Satu-satunya cita-cita yang tidak pernah berubah dari SD sampai Kuliah hahaha agak aneh sih cuman emang jalan takdir membawaku kesana. Aku salah satu orang yang beruntung karena memiliki pekerjaan yang memang sudah kucita-citakan sejak kecil. Namun semuanya tidak terlepas dari bagaimana respon mama ku, yang rela banting tulang demi merakit setiap anak tangga yang kulalui. Terimakasih mama untuk dukungan materi dan doa yang tiada hentinya demi suksesnya anak perempuanmu ini. 

            

            Aku anak pertama dari lima bersaudara, Adikku semuanya laki-laki hanya aku yang cantik sendiri hehe bercanda, tapi iya sih puji diri sendiri enggak papa kali yah haha dari kecil aku suka sekali melihat guruku. Kenapa? karena bagiku dia tau semuanya, dia cerdas dan hebat karena mampu mengurus aku dan banyak lagi teman-temanku yang lain. Ibu guru dengan seragam coklatnya sangat cantik dan berkharisma itulah mengapa sejak hari itu aku ingin menjadi seorang guru karena selain bekerja untuk mendapatkan dunia namun dapet bonus akhiratnya karena keikhlasan dan kecintaannya dalam mengajarkan bukan hanya ilmu namun juga hal-hal baik lainnya yang bisa diingat anak muridnya hingga dewasa.


               Singkat cerita, akhirnya aku memutuskan untuk kuliah pendidikan. Meskipun jurusan yang kuambil sama sekali tidak masuk dalam list yang kuingatkan. Aku lulus SBMPTN 2016 di pilihan terakhirku yaitu Pendidikan IPS. jurusan yang asal pilih ajah karena nggak tau lagi pengen yang mana. Ternyata jurusan itulah yang menjadi awal mula perjalanan karirku di dunia pendidikan. Aku lulus tahun 2021 emang sih telat setahun karena pas banget heboh-hebohnya karena covid, wisudanya pun online haha padahal itu momen paling ditunggu-tunggu tapi Qodarullah belum di beri kesempatan sama Allah buat ngerasainnnya. Setelah lulus, aku mengabdikan diriku di SMP tempatku sekolah sebagai tenaga sukarela di sana. Taukan Sukarela? yah rela nggk digaji hihi kata mama enggak papa biar kamu punya mengalaman dulu ajah. Baiklah, akhirnya aku ngajar emang benerloh 3 bulan pertama tidak sepeserpun sampai pada akhirnya ada program pemerintah daerah khusus untuk pegawai bukan honerer namanya ah aku lupaaaaa pokoknya di gajinya 600 ribu perbulan tapi di terimanya pertiga bulan. MasyaAllah seneng bangettt karena pada akhirnya aku sudah punya penghasilan sendiri nggk minta lagi jajan sama mama. Aku menikmati peranku menjadi guru meskipun tak di pungkiri banyak pusingnya, banyak lelahnya dan banyak pula emosinya tapi aku senang aku bahagia karena inilah cita-citaku. Namun sangat sulit untuk bisa jadi honorer tetap sebab aturan di daerahku harus dua tahun dulu ngajarnya baru bisa masuk dapodik. 


            Beberapa bulan kemudian aku dapet info dari teman bahwa ada program kemendikbud yang namanya PPG Prajabatan yaitu pendidikan profesi namun dikhususkan untuk guru-guru yang sama sekali belum pernah masuk dapodik. Sebuah angin segar ditengah status yang tidak jelas. Maka tanpa pikir panjang akupun daftar, tidak berharap banyak hanya berpasrah pada Allah sembari meminta doa restru mama. Next yah aku ceritain perjalanan PPG aku di bagian selanjutnya hihi


                Alhamdulillah dari 3 rangkaian tesnya aku lulus. Mama senang sekali untuk pertama kalinya kulihat ada rasa bangga dalam diri mama padaku karena dari sekian ribu orang yang ikut aku masuk di ratusan yang lulus MasyaAllah inilah anak tangga yang nama prosesnya mama banting tulang untuk membuatku dapat menapakinya dan naik di anak tangga berikutnya. Sebab emang kuliahnya gratis namun hidup di perantaukan tidak mudah dan murah. Aku resign dari ngajar dan mulai masuk asrama untuk pendidikan selama setahun. Satu tahun yang kala itu prosesnya lebih berat dari S1 pokoknya mabok tugaslah. Dengan segala proses-prosesnya aku akhirnya dapat menyelesaikannya dengan baik. Untuk pertama kalinya aku ngerasain momen wisuda yang udah aku lupain euforianya karena enggak pernah ngebayagin bisa wisuda setelah lulus S1. Sekali lagi kulihat raut bangga dari mama, sebab anak perempuannya mampu menyelesaikan pendidikan profesinya dan mendapatkan gelar "Gr" di belakang gelar "S.Pd" nya. 


               Emang takdir enggak ada yang tau setalah itu terbukalah pendaftaraan PPPK dan kami lulusan Prajab boleh ikut mendaftar. Sebuah kesempatan emas yang pastinya tidak akan kusia-siakan. Untuk detailnya nanti aku cerita yah di part selanjutnya lagi hihi dengan segala pertimbangan-pertimbangan yang ada aku memilih jurusan yang berbeda namun masih tetap linear alasannya karena aku melihat peluang yang kecil di jurusanku dan peluang yang besar di jurusan tersebut. Qodarullah, sekali lagi jurusan itu mengantarkanku menjadi ASN. Aku lulus dan alhamdulillahnya lagi dapat penempatan didaerahku sendiri jadi tidak perlu jauh-jauh dari mama.


            Mungkin bagi sebagian orang atau mungkin banyak orang yang melihat atau membaca ini pasti mikir "mulus amat yah jalannya" kalian hanya tidak melihat bagaimana jatuh bangunnya aku dalam melewati setiap anak tangga itu sebelum akhirnya sampai di tempatku yang sekarang. Aku yang hari ini sudah mewati hari penuh tangis, hari penuh penat, hari berdarah-darah melewati ujian-ujianku tidak ada hasil yang baik tanpa usaha dan juga doa. Doa mamaku menembus langit untuk keberhasilan anaknya. Kata-kata yang sampai hari ini masih selalu membuatku terharu adalah kata-kata mama "Terimakasih karena sudah menjaga diri dan membuat banyak orang bangga. Dan terimakasih sudah memberi contoh yang baik untuk adik-adikmu." arghh mengingatnya saja aku nangis hahaha tapi nangis bahagia karena bisa menunjukkan pada orang-orang yang dulu meremehkan dan mencemooh mama karena bersikeras mempercayaiku untuk kuliah jauh dari rumah padahal aku perempuan satu-satunya.

            Mama, terimakasih karena selalu percaya padaku. Terimakasih karena sudah menjadi role mode terbaik bahkan perempuan yang paling kukagumi karena keikhlasan dan kesabaranmu. Kamu akan memetik buah dari tanaman yang kamu tanam dan besarkan dengan cinta itu ma, semoga bisa nantii bukan hanya membuatmu bangga namun juga mampu memenuhi semua keinginan-keinginanmu. 

BAGIAN 2 " Mau Kemana?"


    

 Haloo semuanyaa, maaf yah baru sempet nulis lagi. Mungkin semuanya dah pada bosen yah nunggunya kelamaan. Maafin yahhh karena apa yah bertambahnya waktu, umur, kesibukan kayak ngerenggut moodku buat nulis, doain yah guys semoga kedepannya di tahun yang baru ini bisa lebih konsisten lagiii.... semangat semuanyaaaaaa!!!


    Ngelanjutin di bagian satu yang katanya langkah pertama yang aku ambil adalah menyelamatkan hatiku, yesss aku dengan penuh keberanian melakukannya hahahaha bahkan tak ada sedikitpun penyesalan dalam hidupku justru aku banyak-banyak bersyukur karena keberanian itulah banyak hal ajaib terjadi dalam hidupku. 


    Hal ajaib pertama, aku jadi lebih bisa mengenali diriku sendiri. 

Maksudnya adalah hari-hariku kuhabiskan untuk mengintropeksi diriku, aku kenapa sih? yang aku butuhin sebenarnya dalam hidup ini apa sih? apa iya pasangan dengan karakter yang seperti itu? dengan kebiasaan yang seperti itu? and big no. Diriku butuh seseorang yang menyayangiku lebih dariku menyayangi diriku sendiri. Sebab hidup tapi kehilangan figur ayah adalah malapetaka anak perempuan yang pada akhirnya membuatnya mencari dan terus menjadi figur itu pada pasangannya. iya nggk sih? sini merapat yang senasib hehehe gitulah aku jadi mengenali kebutuhan diriku bukan memaksakan diriku untuk menerima segala hal yang nyatanya nyakitin. 


Hal ajaib yang kedua, out the box.

Finally aku keluar dari zona bergantung pada dirinya hahaha keluar dari sana seperti lepas dari belenggu. Aku bisa kemana ajah sepuasku, bisa berteman dengan siapa saja dan bebas mengeexplore kemampuanku. Meskipun jalan yang kupilih selepas itu hanya menjadi guru honorer tapi aku bahagia karena setiap hari bisa belajar dari siswa siswiku tentang banyak sekali arti hidup ini. Meskipun pekerjaan dengan gaji kecil, namun aku selalu bersyukur karena aku berjalan di jalan yang tepat sesuai dengan latar belakang pendidikanku dan juga cita-citaku. Satu yang saat itu aku yakini bahwa di balik proses yang kujalani akan ada hasil terbaik yang akan kucapai. 


Hal ajaib yang ketiga, Aku ditemukan oleh seseorang yang jauh sangat mencintaiku.

Dari kisahku, aku belajar memang benar lepaskan  dia yang sangat kamu sayangi jika dia menyakitimu sebab diwaktu yang entah kapan itu kamu akan ditemukan oleh seseorang yang sangat mencintaimu hingga membuatmu tak menyangka Takdir Tuhan memang seindah itu jika kita ikhlas. Dan aku mengalaminya langsung. Tidak perlu menunggu lama, seseorang datang padaku lelaki dengan karakter yang dulu hanya bisa kutulis dalam ceritaku ahhh pen nangis tapi emang sebaik itu Allah mengatur jalan takdir kita guys intinya ikhlas dan berserah. Yang hilang akan Allah gantikan dengan yang yang terbaik sebab terbaik versi kita belum tentu yang terbaik untuk kehidupan kita di masa depan. 




Mungkin itu ajah yah, nanti di bagian 3 aku bakal cerita tentang perjalanan karirku yahhh, dari guru sukerala tanpa gaji 3 bulan sampai naik jadi guru honorer dengan gaji 600rb sebulan sampai pada akhirnya aku bisa mencapai mimpiku untuk menjadi guru ASN bersertifikasi hihi stay tune guyasssssssssss  bye doain sehat-sehat yahhh!!!

Mau kemana?

 


Hidup di usia 20 tahun, adalah awal mula kebimbangan-kebimbangan serta dilema-dilema akan masa depan. Setelah lulus kuliah lantas apa lagi yang akan dilakukan? Dunia menuntut banyak sekali hal yang di luar nalar semasa SMA.

Tuntutan untuk bekerja,

Tuntutan untuk menikah,

Tuntutan untuk menjadi kaya,

Tuntutan untuk menjadi independen woman

Dan ada banyak lagi tuntutan apalagi untuk kita kaum perempuan. Seolah ada garis pembatas antar gender. Dimana perempuan diusia 20an keatas harus inilah itulah suatu hal yang hanya dibebankan pada perempuan saja dengan dalih “Kalau tua sudah tidak subur loh nanti susah punya anak.” Padahal, ada begitu banyak mimpi yang masih ingin dikejar, ada banyak hal yang masih ingin dilakukan dengan bebas tanpa ada intervensi. Namun, dunia untuk perempuan tidaklah sebebas laki-laki dalam menetukan dia mau kemana. Perempuan dalam masyarakat punya banyak batasan-batasan yang akan terus di bicarakan sampai di mencapai fase tersebut.

Dan hal tersebut juga menimpaku. Setelah lulus kuliah aku mulai bingung dan resah ingin berjalan kearah mana dan menempuh jalan yang seperti apa untuk hidupku. Aku selalu berpikir bahwa hidup adalah serangkaian-serangkaian takdir yang tidak dapat kita ubah namun semakin aku belajar tentang agama, aku menemukan bahwa ada beberapa takdir yang nyatanya dapat kita ubah atau kita usahakan untuk menjadi lebih baik lewat usaha-usaha yang kita lakukan. Karena Allah punya kuasa untuk membalikkan segala sesuatunya. Sejak saat itu mulai menyusun satu persatu rencana kehidupanku.

Aku melewati begitu banyak malam dengan pikiran yang penuh. Penuh dengan segala kemungkinan-kemungkinan, ketakutan-ketakutan dan hal-hal lain yang anak muda sekarang lebih sering melabelinya dengan sebutan “overthingking”. Kukira setelah kuliah akan mendapati diriku dengan segala kelegaannya karena telah melewati fase sulit dalam hidupku namun nyatanya fase selanjutnya ternyata jauh lebih sulit inilah hidup yang sesungguhnya. Hidup dimana aku akan berjuang akan jadi apa dan bagaimana kehidupanku 10 tahun yang akan datang. Satu saja keputusan yang kuambil akan mempengaruhi bahagiaku dimasa yang akan datang maka dari itu aku lebih banyak merenung dan mulai berpikir untuk menatanya sedemikian indah meski pada perjalannya tidak sesuai dengan rencanaku itu sudah diluar dari kendaliku, yang kupikirkan kala itu hanya bagaimana untuk bisa membalas segala pengorbanan-pengorbanan orangtuaku mulai dari materi, waktu, dukungan dan lainnya yang membuatku bisa menyandang gelar sarjana pendidikan. 

Langkah pertama yang kulakukan adalah menyelamatkan diriku dari segala hal yang membuatku terluka. Hidupku butuh cinta namun bukan yang menyakitiku. Aku mengambil keputusan mengkhiri kisah yang hampir 5 tahun terjalin itu sebab aku tidak melihat masa depanku disana. Aku merasa kita sudah tak sejalan dan searah dan perbedaan-perbedaan lain yang membuatku menyerah. Mungkin awalnya berat, namun diriku di masa depan lebih penting untuk kupikirkan ketimbang bunga-bunga yang kadang mekar, kadang layu itu. Biarlah segala yang pernah ada menjadi kenang dan pembelajaran untuk hidup yang lebih baik lagi kedepannya. Untuk mencapai titik yang kuinginkan diriku harus bebas dan lepas tidak terkekang oleh pemikiran-pemikiran yang hanya akan menghambatku untuk maju.


Next.....

di part/bagian selanjutnya hihi... stay tune yahhh!!!

Lelaki Baik

 


Keluar dari hubungan toxic dan di pertemukan dengan orang yang cinta banget sama kita rasanya seperti ada yang aneh tapi jujur buatku merasa diinginkan banget.


Dia sosok sederhana yang menyadarkan bahwa cinta yang tulus itu benar-benar ada. Rela menunggu bertahun-tahun, mengagumi dalam diam dan kembali menjadi versi yang lebih baik dari dulu yang kukenal. Lebih bisa mengerti aku,  memilih ikut dalam duniaku meski kutau itu bukan kamu. 

Terimaksih karena selalu mencoba memberikan yang terbaik untuk aku yang banyak kurangnya ini.


Bersamamu meski kadang kita hanya bertukar diam namun aku selalu merasa bahagia walaupun mungkin hanya sedikit waktu untuk kita saling bertukar cerita dan tawa.  


Terimaksih untuk selalu menggenggam tanganku,  memberi aura positif, dukungan serta semangat untuk aku bisa bangkit dari kisah lalu yang banyak meninggalkan trauma. Terimakasih waktu-waktumu yang kurenggut hanya untuk menemaniku menyelesaikan tanggungjawab di perkuliahan, semoga ada lebih banyak waktu untuk kita bisa saling menemani.


Jika ditanya apa hal yang membuatku akhirnya memutuskan untuk mempercayai laki-laki lagi adalah kamu tidak hanya memberikan kata tapi juga pembuktian melalui sikapmu meskipun tidak diantra riuhnya orang-orang.  Biarlah itu menjadi privasi kita berdua yah.  Orang lain tidak perlu tahu proses yang di lalui cukup menunggu akhirnya saja.  Semoga di mudahkan oleh Allah. Aamiin


Oh yah, satu lagi candu yang begitu kusuka dari kamu.  Suaramu yang menenangkan, tidak tau kenapa tapi aku selalu suka mendengarkannya. Makasih untuk selalu menelfon meski aku tidak pernah bisa menyampaikan rasaku melalui suara.  Cukup tulisanku saja yang menjadi penenangmu dalam segala hal yang kamu rasa.  


Meskipun katamu jangan berharap padaku,  tp entah dari sudut hati yang mana selalu ada harapan untuk bisa membersamaimu melewati proses hidup yang tidak mudah. 


Teruslah berusaha,  bekerja,  dan menjadi sukses.  Tidak perlu punya uang yang melimpah, cukup kalau kita punya keinginan bisa kita tunaikan dan jangan lupa gunakan di jalan Allah.


Sehat-sehat terus laki-laki baik,  jangan bosan yah dengan perempuan kurang peka ini hehe

HILANG

Hai.. 
 
Kali ini aku ingin bercerita meski mungkin sudah kehilangan banyak kata indah untuk menggambarkan suasana hatiku saat ini. Aku telah kehilangan keahlianku dalam merangkai kata sehingga sudah tidak selega dulu lagi. 
 
Beberapa tahun ini aku lebih banyak diam, memendam, juga merenung. 
 
Aku seperti kehilangan diriku sendiri... 
 
Setiap malam kutatap langit-langit kamar berusaha menemukan kembali diriku disana, namun yang kudapati hanya perempuan zaman milenial yang hobi rebahan dan scroll sosial media. Dia lupa kalau dia punya bakat dan tempat untuk menyalurkannya, dia lupa menjadi produktif. 
 
Yah aku lupa wujudku yang dulu.. 
 
 Aku bingung.. 
 
Aku bahkan lebih banyak menangis tanpa ada kelegaan disana.. 
 
Masalah seolah datang tanpa jeda, mengubah aku menjadi sosok yang pemalas bukan menjadi orang yang lebih bijak. bersembunyi dibalik kata "sibuk" kuabaikan segala hal produktif yang dulunya pernah membesarkan namaku, yang dulunya pernah membuatku menjadi seseorang yang bermanfaat stidaknya untuk diriku sendiri, aku bahagia meski aku gagal. 
 
Kukira dengan mempunyai banyak teman bisa membuatku tidak kesepian, nyatanya aku tetaplah aku yang suka menyendiri bedanya aku sudah tidak tahu caranya mengekspresikan perasaanku sendiri. Rasanya sesak, harus memendam bahkan untuk bercerita pada benda matipun aku sudah kehilangan caraku. 
 
Sampai pada hari ini aku kembali membuka laptopku, menatap layar kosong dihadapanku dengan harapan mampu menemukan diriku disana. 
 
Rasanya begitu aneh, aku kebingungan yang kujumpai bukan lagi senyuman penenang hanya layar putih dan keyboard yang membuat otakku berpikir apa yang harus kulakukan. 
 
Aku termenung agak lama,hatiku berkata mulai namun jemariku hanya diam. 
 
Aku menyerah! kututup laptop itu dan mulai meraih ponselku kembali. 
 
Aku kesal mengapa sesulit ini padahal dulunya hampir setiap malam aku bersua dengan lembar kosong mengisinya dengan kata indah agar para pembacaku terkesima dan merasa hadir didalam setiap kisahnya. Namun, aku telah kehilangan sisi menarik dari diriku. 
 
Aku telah gagal untuk mimpiku. 
 
Aku menyadari aku gagal dan kembali mengingat bahwa semua orang memang punya jatah gagalnya masing-masing. 
 
Gagal bukan berarti harus berhenti tetap harusnya bisa melompat lebih tinggi. 
 
Malam ini kuberikan kesempatan untunk diriku sendiri menemukan kepingan-kepingannya yang hilang. 
 
Aku menutup ponselku, membuka kembali laptopku mengetik kata demi kata yang meski sudah tidak lagi indah namun aku selalu berharap bisa memberikan kelegaan untuk hatiku. 
 
Terimakasih, untuk orang-orang baik yang selalu mengingat aku sebagai seorang perempuan yang suka merangkai kata, berteman dengan banyak buku dan novel juga tak pernah kehabisan puisi untuk setiap momen dalam hidupnya. Terimakasih karena kembali mengingatkan bahwa aku sudah terlalu jauh dari impian-impianku, 
 
Dan ini yang terakhir, untuk diriku sendiri. 
 
Terimakasih, terus mencoba menemukan meski telah hilang berkali-kali. sekali lagi, kembalilah ada banyak orang yang menunggu untaian kata indah juga puisi-puisi romantis yang sayang jika kembali harus terkubur bersama segala impian=impian didalamnya. 
 
 
 
 Dari penulis, yang kini mencoba hadir kembali- 
Makassar,15 Oktober 2020

Teruntuk Orang-orang yang Rindu Tulisanku



Assalamualaikumussalam, haii lama tak berjumpa… apa kabar kalian?rinduyahh? saya juga rindu.

maafyah udah enggak pernah nulis, jangankan untuk ngepost diblog ini, untuk bercengkrama lagi dengan barisan keyboard pun jarang kecuali lagi ngerjain tugas kuliah hehehe

kalau ditanya rindu enggak sih nulis? kujawab, rindu sekali. kayak ada yang hilang tapi enggak tahu apa, setelah kupikir-pikir mungkin rutinitas ini yang hilang dalam kehidupanku. Maafkan melupakan secepat ini, humm kayak pengen marah sama diri sendiri dan kesibukan setahun belakangan ini.

rindu sajak, rindu kata demi kata yang buat orang-orang rindu aku. humm, rasanya sudah sangat lama untuk bisa kembali bercerita dengan sahabat lama ini. maafkan Ira karena kurang waktunya bahkan mungkin tidak ada.


3 hari yang lalu ditengah kesibukan akan rutinitas kuliah yang bentar lagi final, Mama nelfon, bicara banyak hal salah satunya tentang seseorang yang bertanya kemana tulisan-tulisan saya? kenapa tak ada update di blognya dan lain sebagainya yang seakan-akan menyadarkanku bahwa masih ada orang-orang yang menunggu setiap kataku meski aku selalu merasa telah mati untuk itu.


Semenjak itu, aku mulai berfikir untuk menghidupkan kembali apa yang kuanggap telah mati. Mencoba hadir kembali menunjukkan bahwa sajak-sajak masihlah menjadi apa yang kusukai dulu, kini hingga nanti. Terimakasih untuk Ibu Hikmah, yang selalu jadi yang pertama menanggapi tulisan-tulisanku, selalu jadi yang tak pernah lupa akan bakatku bahkan dari SD mengsupport untuk aku serius dibidang ini agar nantinya bisa membahagiakan orangtuaku. Tapi, kukatakan saat ini bahwa Ibulah yang membangkitkan kembali jiwaku untuk kembali bergelut dan jika nanti kutemui sukses itu orang pertama yang kucari adalah Ibu. Doakan, semoga kesibukan nanti tak merampasku lagi dari dunia kata ini.



Siapapun kalian, pembaca setia dari setiap goresan penaku terimakasih karena sampai detik ini masih menunggu...


terimakasih secara tidak langsung kalian adalah udara bagi kata demi kataku. jangan pergi sebab kataku akan mati kehabisan oksigen.


Jangan hilang, sebab kataku akan lumpuh karenanya.


Pemilik kata ini akan berjalan lagi, menyusuri setapak demi setapak peristiwa hingga mengesankan lagi seperti mulanya.


DoakanO:)

SBMPTN 2016


Hai, para pembaca setianya saya, Hehehe

Untuk kesempatan kali ini saya tidak akan mengajak kalian menggalau, tidak yah tidak sama sekali. Seperti judul pada postingan ini, saya akan menceritakan kisah saya sendiri selama menjadi pejuang SBMPTN. Hahaha taukan? Ituloh tes untuk bisa masuk perrguruan tinggi idaman. Eaaa eaaa.

Saya adalah tipe manusia yang selalu menyantaikan banyak hal. Tak terkecuali tes SBMPTN. Saya tidak belajar keras seperti mereka-mereka yang begitu gigih. Saya hanya belajar semau dan semampu saya. Karena satu hal yang saya percayai dari semua hal yang pernah saya alami. Yakni, segala hal yang dipaksakan itu tidak baik. Saya membebaskan otak saya untuk belajar kapanpun dia mau. Toh percuma juga kita belajar keras kalau semuanya hanya berlalu dan tak nyangkut, hehehehe..

Ketika pertama mendaftarkan diri, yang pertama kali membingungkan saya adalah perihal jurusan. Maklumlah, SNMPTN memberikan efek trauma dibenak saya. Kekecewaan yang luar biasa saya alami ketika itu. Disaat banyak oang yang mengucap Alhamdulillah karena terpilih yang bisa saya lakukan hanyalah menyakinkan diri bahwa keberuntungan saya bukan di jalur itu. Akhirnya dengan pertimbangan yang matang, saya memilih jurusan yang sama dengan harapan yang berbeda. Saya lalu mengikuti segala macam prosedur, mula dari mengambil kode, menyelesaikan administrasi dan kembali melanjutkan proses pendaftaran hingga selesai. SMAN 9 Makassar menjadi tempat saya mengikuti ujian. Saya mulai berkelana mencari teman yang memiliki tempat tes yang sama. Namun, hasilnya nihil. Saya tidak memiliki satupun teman. Yah tidak ada satupun.  H-1 sebelum mengikuti ujian, saya memutuskan untuk menetap di Makassar tepatnya di rumah tante saya dengan pertimbangan jarak.

31 Mei 2016 tepat pukul 09.15 saya berang kat dari rumah tante menuju tempat tes. Jaraknya lumayan jauhlah, untung saja Makassar ketika itu tidak macet-macet amat. Ada banyak hipotesis yang berterbangan dalam benak saya. Ini itu dan yah mengacaukan rasio. Akhirnya setelah sekitar 30 menit mobil berwarna merah itu berhenti tepat di depan kerumunan orang. Saya turun dari mobil, menjadi pusat perhatian dan itu membuat saya sangat malu. Maklumlah, dari sekian banyaknya orang tidak ada satupun yang saya kenali. Semuanya adalah orang asing, yah baru ditatap kornea.

Saya yang ketika itu mengenakan baju berwarna merah muda, dengan rok dan jilbab berwarna senada yakni hitam dihiasi sepatu berwarna biru bercorak merah muda sembari memakai tas ransel berwarna ungu dengan jemari menenteng sebotol aqua, Hahaha tidak menawan untuk ukuran cewek-cewek Makassar. Maklumlah saya adalah perempuan yang tidak terlalu mempermasalahkan penampilan, saya lebih suka tampil apaadanya saya. Hehehe

Kemudian panitia ujian mengarahkan kami untuk memasuki ruang ujian. Hal pertama yang pengawas ingatkan adalah mencari tempat duduk. Hei genggss, di tes SBMPTN ini kita tidak harus berebutan tempat duduk karena seperti UN kemarin nomor tesnya sudah tertempel rapi diatas meja. Hehehe enggak mungkin kesasar. Kebetulan saya mendapat tempat di barisan kedua hehe maklumlah gue nomer kedua dari terakhir hihihi.

Menunggu pukul 10.45 saya yang aslinya gegere’, banyak bicara, gila dan lucu ini sontak menjelma batu. Hahaha diam,tanpa gerak hanya mampu menyapukan sekeliling dengan tatapan hampa. Hihihi efek terasingkan,Haha

Memasuki tes pertama yakni TKPA, kalian pernah UN? Soalnya berapa? Paling banyak 50 soalkan? Hahaha di tes ini hampir dua kali lipat dari soal ujian nasional dengan tingkat kesulitan yang berkali-kali lipat Hahaha 90 soal men. Ada Matematikanya, ada Bahasa Indonesianya, ada Bahasa Inggrisnya, ada Gambar-gambarnya ada pengandaian ada pemahaman bacaannya, ada yah semuanya menggilakan diri. Hahaha 90 menit rasanya  begitu cepat berlalu. Cududududu, untuk kali pertama dalam hidup saya, saya merasakan kepanikan yang begitu luar biasa ketika panitia menyerukan 5 menit lagi dan masih ada 10 soal yang belum tersapu kornea sekalipun. Hahaha dengan penuh keikhlasan, kerelaan dan ketidakpercayaan akan kebenaran apa yang telah dipilih, saya menyerahkan kertas jawaban kepada panitia. Satu lagi, harapan yang terbang. Entah akan mengukirkan senyuman atau menjatuhkan air mata. Tetapi, saya telah berusaha semampu yang saya bisa untuk hasil akhirnya saya serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT.
Sejam waktu yang dberikan untuk beristirahat. Saya? Haha hanya terdiam menatap punggung-punggung mereka yang bergandengan dengan teman-temannya tertawa sana sini, ada juga yang duduk berdua bersama pacarnya, hahaha jadi iri uhhukkkk uhhukkk..

Saya juga bukan manusia yang pandai dalam hal memulai. Untuk sekedar berucap “hai” saya pun rasanya sungkan. Maklumlah, tingkat ketidakenakan saya itu sangat tinggi Haha
Memasuki tes kedua yakni SOSHUM yah tidak terlalu teganglah. Jumlah soal pun tidak sebanyak TKPA. Untuk tes ini soalnya hanya berjumlah 60. Dan semuanya berkaitan dengan IPS. Yah tidak terlalu sulitlah untuk mereka yang SMA nya mengambil jurusan IPS. Ada yang tak terlupakan pada tes ini, yakni saya lebih dulu membuka soal, menjawab beberapa nomor dan akhirnya dtegur pengawas Hahaha memalukan. Haha  saya hanya cengar cengir memasang wajah penuh kepalsuan Hihihi

Alhamdulillah ujian telah selesai dan tidak ada hambatan selama mengikuti ujian. Alhamdulillah saya telah mengelesaikan satu babak penting lagi bagi hidup saya. Diperjalanan pulang, saya merasa lega, serasa ada beban yang telah terlepas dari punggung. Apapun hasilnya nanti itu adalah bagian dari usaha yang telah saya lakukan. Mau berakhir indah yah Alhamdulillah jika tidak kembali lagi pada keberuntungan.
Untuk kalian yang seperjuangan dengan saya, hai kalian. Tidak usah terlalu memikirkan hasilnya. Karena kita telah berusaha. Untuk saat ini segarkanlah pikiran. Pergilah berjalan-jalan menikmati kebebasanmu. Kitapun butuh yang namanya refreshing. See you terimakasih telah meluangkan waktunya membaca pengalaman saya. Jika kalian punya pengalaman yang lain, silahkan komentar, dan kita bisa sama-sama berbagi.

Wassalam.

6 Periode Pengunggah Senyum


Mungkin para pembaca sekalian bertanya-tanya apa yang saya maksud dengan 6 periode dan mengapa dapat mengunggah senyuman. Hahaha mungkin anda akan banyak menduga dan dari sekian banyak dugaan yang anda punya, mungkin salah satunya adalah jawaban dari pertanyaan anda sendiri. Hahha apakah? Yah sudahlah langsung saja saya uraikan lebih detail dan tentunya berdasarkan apa yang yang saya rasakan sendiri.

Masa SMA, seragam putih abu-abu, baju ciri khas sekolah. Seragam pramuka. Hahaha sekolah. Yah tepat sekali rumah kedua bagi sebagian besar mereka yang butuh senyuman.

Saya adalah seseorang yang baru saja menyelesaikan studynya dibangku SMA. Ada banyak hal yang saya peroleh, pengalaman-pengalaman selama menjadi siswa putih abu-abu adalah yang takkan mungkin dapat terlupakan. Saya menemui banyak karakter, sifat dan kepribadian. Olehnya itulah, saya mulai mengerti, bahwa sesungguhnya perbedaan itulah yang menjadikannya indah.

Awalnya saya hanyalah bocah yang berdiri disebuah gerbang sekolah ternama. Menyaksikan dari balik besi tua bagaimana aktifitas-aktifitas kakak-kakak berseragam putih abu-abu. Awalnya, saya menduga menjadi mereka itu menyenangkan namun ekspektasi yang saya punya sangat berbeda jauh dengan realita yang saya rasakan sendiri. Masa SMA bukan hanya sekedar menyenangkan, tetapi luar biasa.

Dimasa ini kita mulai berproses. Mulai mengubah cara pandang mengenai kehidupan . Mendewasakan pemikiran dan menemukan jadi diri kita yang sebenarnya.

 Masa putih abu-abu, begitu akrab dengan problematika cinta. Ketertarikan pada sang pujaan hati sudah mulai berkembang. Bahkan tak sedikit pasangan suami istri yang dulunya adalah teman semasa SMA. Ini bukan guyonan, ini bukan leluyon tetapi ini adalah fakta yang nyatanya ada dalam masyarakat. Saya pernah punya senior di organisasi FLP, namanya Kak Dewi. Hai kak ciyee.  Katanya orang yang paling baik untuk kita nikahi adalah sahabat kita sendiri, alasannya adalah karena kita sudah tahu seluk beluknya, sudah tahu semua kebaikan dan keburukannya, pokoknya tau segalanya lah. Dan, yang paling bisa mengerti dan memahami kita. Adduh kakak,cocweettttt. Tetapi, kita tak pernah tau dengan siapa kita berjodh. Boleh jadi kita berjodoh dengan musuh kita semasa SMA, orang yang kita tidak suka, atau pilihan dari orangtua. Entahlah, hanya Allah yang tahu.

Tidak hanya akrab dengan problematika asmara. Dimasa putih abu-abu kita juga akan menemukan perihal persahabatan. Kita akan menemukan orang-orang gila yang pada kenyatannya lebih gila dan gokil dari yang kita kira. Buat genglah apalah segala macam, yang pastinya masa putih abu-abu adalah masa nano-nano. Dimana kita dapat merasakan semuanya dalam rentang waktu 6 periode. Saya punya banyak sahabat yang dimata saya sempurna meski terkadang memalukan. Hahahaha maafkan sahabatmu ini geng. Dalam 6 periode, khususnya dalam hal persahabatan saya pernah menangis, saya pernah kecewa, saya pernah bersedih, saya pernah merasa tersisihkan, saya pernah merasa diacuhkan, saya pernah merasa diabaikan, saya pernah merasa dicintai, saya pernah merasa disayangi dan saya pernah merasa dicintai dan dianggap berharga. Karena sahabat adalah mereka yang meski kau manipulasi seindah apapun ukiran senyummu dia pasti tahu bahwa ada jutaan kesedihan dibaliknya. Sahabat, yang merangkul ketika yang lain angkat tangan kemudian menjauh. Sahabat adalah mereka yang lebih memilih bersamamu di UKS ketimbang ikut ujian tanpamu. Bagi sahabat adalah mereka, yang kini sedang sibuk dengan masa depannya masing-masing. Semoga sukses kawan.

Keindahan masa putih abu-abu bagi saya pribadi adalah di kelas XII. Di  dua periode akhir, kebersamaan terasa begitu kental. Detil-detik akhir perpisahan memanglah selalu menyajikan hal yang teramat indah dan sukar dilenyapkan dari ingatan. Dibabak ini, kita mulai berjuang meski masih dengan bercandaan kita. Ibu dan Pak guru selalalu bertanya apakah kita siap menghadapi pertarungan yang sebenarnya? kita hanya menjawabnya dengan tertawa. Terasa beban-beban terlewati meski kita harus berulang kali jatuh. Terlebih di praktek bahasa Jerman. Hahhaaa, butuh perjuangan kawan. Jam-jam pelajaran kosong, adalah surga. Adalah saat untuk melakukan apa saja yang dinginkan, bergosip, nonton film, nyanyi-nyanyi, pacaran dan argh semuanya menarik rindu:’)

Hai kalian 30 orang-orang gila, kita telah melalui 6 periode paling bersejarah dalam kehidupan kita. Tidak ada lagi rumah kedua untuk sekedar berbagi kesedihan dan kebahagiaan. Kita telah usai dan takkan mungkin lagi memerankan babak yang sama dalam satu naskah. Kita telah berpindah panggung, panggung yang lebih besar dan memacu adrenalin. Kita telah sampai pada persimpangan jalan, dengan arah yang berbeda. Kita telah menyelesaikan peran kita dalam babak abu-abu, selanjutnya? Yah entah warna apa lagi yang akan kita lalui. Meskipun kalian semua adalah mahluk-mahluk aneh yang pernah hadir dikehidupan saya, tetapi kalian cukup memberi warna sehingga ada banyak hal yang bisa  saya tuliskan mengenai teman-teman semasa SMAku yang semuanya sudah seperti saudaraku sendiri. Terimakasih untuk waktunya, terimakasih untuk kenangannya, kelak jika kita bertemu lagi jangan ada mata yang pura-pura tak melihat, juga bibir yang enggan untuk menyapa, karena dulu kita adalah satu dalam sebuat kisah berjudul PUTIH ABU-ABU.

EXCLUSIVECLASS

“Blogger Camp 2015- Membangun Kredibilitas Blog Dalam Bingkai Kebersamaan”






Perjalan dimulai ketika langit kota maros telah cerah merona. Senin 26 Oktober 2015 saya dan Kak Abdi memulai ukiran kisah dalam Blogger Camp 2015. Menempuh jarak yang cukup jauh, untuk sampai ketitik temu yakni di KEPO ADYAKSA. Ada kendala yang saya jalani selama proses menuju titik temu, yakni kesasar. Hahahhaha, melelahkan namun semangat mengantarkan pada pertemuan, eaa pertemuan. Sesampainya di Kedai Pojok (KEPO) kami peserta masih menunggu jam keberangkatan.


Mula-mula mengisi daftar registrasi, selfie bersama spanduk kegiatan dan kembali duduk menunggu peserta yang lain. Jadwal keberangkatan sedikit ngaret yang sebelumnya dijadwalkan pukul 14:15, berubah menjadi pukul 15:30.







Sebelum berangkat ada sesi sambutan oleh ketua panitia yakni kak Ipul yang juga menjabat sebagai ketua Komunitas Blogger Makassar, kemudian dilanjutkan dengan do’a bersama. Selepas Do’a kami peserta digiring menaiki Bus yang ‘akan mengantarkan kami ketempat tujuan kegiatan yakni PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup)  Puntodo’, Takalar. Sepanjang perjalanan ada banyak momen yang tercipta. Mulai dari kekaguman akan keindahan alam, muka lesuh dan lelah para peserta, gaya duduk yang amburadul dan juga kebersamaan yang terjalin. Ada hal menarik yang
saya temui dalam perjalan kali ini, memasuki daerah perkampungan Takalar, yang notabedenya masih berupa rumah panggung dengan gamacca sebagai dindingnya, ada banyak anak kecil yang melambaikan tangan kepada kami, menyuguhkan senyum, ada yang dengan gigi yang masih utuh adan juga yang sudah lubang-lubang pertanda mereka telah beranjak menjadi kanak-kanak. Kami rasanya seperti artis yang sedang berjumpa dengan fansnya.


Setelah menempuh perjanan kurang lebih 3 jam lamanya akhirnya kami sampai juga ketempat yang sudah sedari tadi kami nantikan, PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Puntondo’, Takalar. Menakjubkan, pintu selamat datang yang dirakit dengan sederhana namun, indah sukses membuat mata berbinar-binar. Ditambah dengan bangunan-bangunan didalamnya yang berupa Aula, Restaurat, wisma dan asrama dan masih banyak lagi yang semuanya terbuat dari kayu. Suasananya juga sangat rindang dan menyejukkan, mungkin karena perawatan yang baik dari para petugasnya.

Agenda pertama yang dlakukan ketika tiba di PPLH Puntondo’ adalah pembagian kamar, setelah itu mandi, bersih-bersih, sholat, kemudian makan malam. Setelah selesai menyantap hidangan makan malam, kami kembali memasuki aula untuk mengikuti acara selanjutnya. Sharing tentang blog di daerah masing-masing membuka kegiatan malam dengan mengasyikkan. Bagaimana tidak, kita dalam mengetahui sejauh mana peranan dan juga fungsi dari blog itu sendiri ditiap-tiap daerah. Setelah sesi sharing berakhir, kita digiring lagi untuk ngemil atau kudapan, berupa sara’ba’ dan pisang goreng, enak dan rasanya pengen nambah lagi. Hahahahahaha. Kegiatan terakhir pada hari pertama pelaksanaan Blogger Camp 2015 adalah photoblogging oleh Ikbal Lubis.  Yang membawakan materi EDFAT ( Entire, Detail, Frame, Angel, Time) yang sangat menarik. Kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang twitter pada hari pertama yang dimenangkan oleh tiga pemilik akun  yang pertama @mf_Abdullah,  yang kedua @iwahyuni7 dan yang terakhir @lelakibugis. Blogger Camp 2015 dilaksanakan di empat kota besar di-Indonesia seperti Jakarta, Purwekerto, Makassar dan Surabaya. Khusus untuk wilayah Makassar sendiri mengambil PPLH Puntondo’ sebagai tempat pelaksanaan acara yang di agendakan selama dua hari berturut-turut yakni, 26-27 Oktober 2015. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari blogger nasional yang jatuh pada tanggal 27 Oktober 2015.






 


 


Memasuki hari kedua pelaksanaan Blogger Camp, 27 Oktober 2015 langit puntondo’ masih gelap ketika angin merasuki diri untuk membuka mata dan melanjutkan reportase. Subuh menyapa bersama dedaunan yang berjatuhan ditangan sudah stay kamera sebagai alat untuk mengabadikan momen. Setelah merasa puas memotret keindahan ciptaan Tuhan kami pun digiring kerestaurant untuk sarapan pagi. Menu sarapan pagi itu adalah nasi kuning dan juga teh hangat. Kebersamaan merangkul perbedaan-perbedaan yang ada. Kami berbaur, tak ada yang berbeda antara panitia dan peserta semuanya sama, bersatu memecah tawa dan menciptakan momen.  Setelah selesai santap pagi, agenda dilanjutkan dengan outbound. Nah, inilah agenda yang paling dinantikan dan paling ditunggu-tunggu para peserta Blogger Camp. Sistematikanya yakni peserta dibagi dalam 4 kelompok. Dimana kelompok 1 dan 2 beranggotakan 7 orang, sedangkan kelompok 3 dan 4 beranggotakan 6 orang. Tantangan untuk para peseta adalah yang pertama melewati tali, yang kedua membalik karpet dan berbaris membentuk kereta api sambil menutup mata dan berjalan. Disinilah kekompakan tim diuji. Dan permainan terakhir adalah menyusun puzzle. Setelah serangkaian acara outbound usai, dengan tubuh yang masih kotor kita berfoto bersama, kotor, rantasa’, bukan halangan untuk sebuah momen.



Tepukan Kisah (Puntondo' Punya Cerita)

Selasa, 26 Oktober 2015 Puntondo,Takalar #Bloggercamp

Jam telah menunjukkan pukul 23:02 ketika tnpa sadar nalarku kembali pada dunia indahnya,yah khayal!

Sosok berbaju hitam dengan kerudung berwarna biru tua masih saja duduk memainkan handphone dan mencoba menuliskan apa saja yang ada difikirannya. Sosok itu kembali menatap langit tnpa bintang,kmbali menatap ranting demi ranting kering pepohonan yang menyambut dengan begitu ramahnya.

pertama kali sosok itu menginjakkan kakinya ditanah Takalar,matanya tak henti membinar menyaksikan ciptaan Tuhan yang indah. Tapakan pertama dia mulai dengan salam "Assalamualaikum" kemudian kembali meraih potretnya lalu mengabadikan setiap momen yang tercipta. Baginya,momen adalah hal langka yang harus terabadikan dalam bidikan lensa,walau lucu,walau hancur walau jelek,walau kadang mengundang geram,tetapi tak ada yang lebih indah dari memperoleh momen dalam kebersamaan yang langka.

Gadis itu,si pengkhayal yang hebat yang punya hobi melamun kemudian kembali pada dunianya yang aneh. Dia menangkap tempat yang indah,dengan pohon besar dikelilingi dengan batang yang telah ditumbang pendek sehingga menyerupai kursi. Dilengkapi dengan backround pantai yang indah dan langit hitam yang membisu. Celoteh nalarnya menggambarkan keluarga bahagia dengan anak-anak yang bermain dengan bahagianya,Ibunya duduk diayunan,kemudian bersenandung ria,sang ayah mengayunkannya kedepan,kemudian turut bersenandung. Anak-anaknya saling mengejar kemudian sesekali saling menertawakan diri. Sebuah potret sederhana dari tanah putih bernama Puntondo'.

Gadis itu masih saja berkutat dengan sepi dan sendiri,sibuk dengan deretan katanya,dia menyukainya,menyukai ketenangan ketika angin malam kembali menampar halus wajahnya,sesekali dia mengukir senyum,sesekali dia terdiam,sesekali dia sulit menjelaskan,dia gadis berbaju hitam dengan kerudung biru yang cinta ketenangan dan kesunyian.

Dibalik Hujan

 http://media.tumblr.com/tumblr_mdfiyzUihL1qil6vu.jpg


Dan ini tentangmu lagi:")

Hai, kekasihku! apa kabarmu?semoga baik-baik saja:)
Terasa begitu hampa hari-hari yang kulewati tanpa kehadiranmu, yah kehadiranmu yang nyata. Seminggu terakhir, aku hanya dapat menyaksikan senyum dan tawamu lewat emoticon pesan singkat, selalu banyanganmu yang singgah di fikiranku, selalu, setiap detik dan tak ada daya untukku mengusirnya pergi.

Kekasihku:")
Aku merindukanu:")sangat-sangat rindu. Aku rindu dengan kebersamaan yang selalu sukses melukiskan senyum di bibirku, aku rindu tawa kita yang pecah karena tingkah bodoh yang kau tunjukkan, bahkan aku rindu tingkahmu yang alay saat memperagakan iklan yang sedang marak di TV.

Kekasihku:")
Maafkan jika rinduku kembali mengusik kesibukanmu, maafkan rinduku yang mungkin membuatmu penat karena selalu saja kuucap rindu, maafkan untuk rinduku yang selalu mengharapkanmu hadir di sini, maafkan untuk rinduku yang yang membuatku sakit, hingga menambah beban fikiranmu:( maafkannn, maafkan akuuu jika selalu saja menyusahkanmu:'(

Aku mengerti ini bukan sepenuhnya keinginanmu, keadaan yang memaksamu untuk membuatku menahan rindu selama ini:'( aku tahu, hanya keadaan, bukan karena adanya hal yang berubah darimu. Aku selalu bermimpi, mendapati sosokmu di hadapanku, tersenyum dan menggenggam erat jemariku sembari berkata "Aku tidak pergi, aku disini, masih tetap menyayangi dan mencintaimu, sekarang dan nanti, sampai saatnya hanya maut yang memisahkan kita" mimpi yang selalu tak ingin aku akhiri.

Tak banyak yang bisa kutuliskan untukmu, karena yang kutahu aku merindukanmu, bahkan ketika air hujan membasahi wajahku, bayangmu yang pertama kali terlintas:")hujan banyak memberiku kenangan indah bersamamu, kenangan yang sampai saat ini masih saja tinggal di fikiranku. Kau ingat ketika kita bermain hujan, hingga lupa bahwa langit telah mulai gelap,kau ingat ketika air hujan memenuhi wajahku, kau mengusapnya dengan penuh kasih sayang, aku bahagia ketika hujan turun dan kenangan kita terputar kembali di ingatanku.

Untuk hujanku yang sulit ditemui, untuk titik airku yang kini sedang sibuk, aku merindukanmu:')merindukan pelukan hangat,ketika badanku kedinginan:")


sumber gambar: http://media.tumblr.com/tumblr_mdfiyzUihL1qil6vu.jpg

Desember!



 Alhamdullillah 17 kembali menyapa!tak terkira begitu bnyak ujian dan cobaan yg menerpa kt dalam bulan terakhir di tahun 2014 ini:) tak trkira sudah berapa banyak air mata yg jatuh,tumpah dan ah,sudahlah itu hnya caraku unk melampiaskan segala keresahan dan kegundahan yg ada:)
Selamat tanggal 17 sayangku:* tanggal 17 terakhir kt d tahun 2014:) dan 1 harapku,semoga kt dapat bersama menanti pergantian tahun, bersama menatap langit yg sama,bersama menikmati pesta kembang api yg sudah psti meriah:) aku bersyukur takdir masih mempersatukan kt:)


Kau tahu,
Desember?yah,bulan dimana kt benar2 diuji,bulan dimana hampir saja kt trpisah,bulan dimana keegoisanmu membuatku harus menangis lagi:") dan bulan yg bnyak mengajarkan kt tntang saling memahami dan menghargai:) Aku bahagia,cinta dan bahagiaa masih tetap bersama kt:)
Sayangku,telah bnyak lika dan liku yg kt lalui,suka dan duka telah kt rasakan dan inilah saatnya dimana aku menyatakan bahwa memilikimu adalah kebahagiaan yg tak terkira:)


Kamu,bnyak mengajarkanku akan arti bersabar,banyak menyajarkanku akan arti mengalah dan mengikhlaskan juga bnyak mengajarkanku akan arti cinta yg sesungguhnya!makasihh sudah menjadi yg trbaik untukku:)

Dan maaf,untuk semua kekecewaan yg pernah kulukis di hatimu!maaf unk semua amarahmu yg hadir krn sikapku dan maaf untuk semua kekurangan yg aku punya:")

Sekali lg,selamat tanggal 17 sayangku:)smogaa,msih ada bnyak tnggal 17 yg menanti kt:")Loveyouuu:*

Sumber gambar: https://images.search.yahoo.com/images/

Hallo, write:)

Hai! apa kabar?:) lama yah baru ketemu lagii!hiks, jadinya kangen:")



postingan ini, mungkin cuma berisi berjuta-juta kerindukan akan kebiasaan lama yang mungkin
sudah mulai terlupakan, sudah mulai ditinggalkan dan mungkin kini setitik lagi untuk
menjadi debu!

Menulis, dulunya adalah hal yang begitu dekat dengan hatiku, begitu berteman dengan ingatanku
dan juga begitu akrab dengan perasaanku, namun kini telah berubah, tak jarang dalam sehari tak
ada satupun tulisanku yang tercipta, berbanding terbalik dengan dulu, dimana setiap harinya di
penuhi kata, kata dan kata!

Menulis,
Dulunya adalah jiwaku, dimana tanpanya ada sesuatu yang hilang dari diriku, menulis sudah setara
dengan sholat, wajib di lakukan setiap harinya, namun kini? ah, sudahlah! inilah masa dimana aku
jatuh dalam lubang keterpurukan. Kemalasan kadang menyapa, ketertarikan lain perlahan-lahan
menyingkirkan menulis dari hatiku, andai saja menulis dapat berbicara mungkin ia telah meneriakiku
dengan kata-kata kasar, dan itu pantas!

mungkin ini yang akan dikatakannya apabila ia dapat berbicara

MENULIS: "Heiiraaaaa, secepatitukah kau berpaling?
kautak ingat bagaimana awal dari perjumpaan kita? kau tak ingat bagaimana aku begitu setiap bersamamu,
menemanimu dalam suka, merangkulmu saat kau duka. secepat itukah aku tergantikan?apakah semua hal yang
pernah kita lalui hanya sekedar kenangan? sekedar terabadikan dalam deretan kata? dulunya, aku adalah
sahabat terbaikmu, tempatmu melepas semua lelah dan letihmu, namun kini? kau cmpakkan aku, kau abaikan
aku begitu saja, sebenarnya aku siapa dimatamu?mungkin aku hanyalah kebiasaan lama yang sebentar lagi
akan kau tinggalkan, yang sebentar lagi akan kau lupakan selamanya. Andai aku bisa menangis,
mungkin kau akan mendengan desahan nafas yang mulai tersendat, isakan yang mungkin lebih keras, dan juga
air mata yang mngkin akan membentuk lautan. Dan saat ini kau kembali, kembali untuk apa? membuatku kembali
,menangis?sudalah!aku telah begitu sakit karenamu!"

SAYA: "Maafkan aku:'( tak ada sedkitpun niat untuk menghapusmu dari kehidupanku:") hanya saja, aku terlalu terlena dengan
dengan semua yang baru kusadari membuatku semakin jauh denganmu:( maafkan aku sahabatku, aku merindukanmu, merindukan diriku
yang terkadang tersenyum, terkadang menangis bersamamu:") akupun merindukan berbagi cerita dan kisah bersamamu:") aku masih
ingat, jika seseorang membuatku kecewa maka dengan begitu sabarnya kau rangkul aku dan membebaskanku menumpahkan segalanya
dalam bentuk kata, entah itu emosiku, air mataku, letihku, bahkan bahagiaku:") aku bahagia Tuhan memberiku keahlihan dalam
menulis karena dengannya aku bisa dengan leluasa bersamamu, kita bertiga bersama laptop yang selalu setiap denganku, yang
tak pernah menuntut sakit ketika aku menekannya dengan begitu keras hanya karena emosiku kembali melonjak.dan saatini
aku begitumerindukanmu:")"

MENULIS: "Benarkah?aku mencintaimu:)kau tahu, jika saja aku ingin pergi, aku akan pergi meninggalkanmu, membuatmu tak lagi
dapat menemuiku, taklagi mendapatiku, namun aku tak bisa, Allah telah mentakdirkanku menjadi sahabatmu! menjadi sosok yang
kau cari jika kegundahan dan keresahan menghinggapi hatimu! dan kini, aku ingin kembali terhangatlkan oleh curhatanmu, tertawa
dan menangis lagi bersamamu!akupun merindukanmu"

Dan inilah percakapan singkat yang terlintas dipikiranku, terkesan begitu imajinasi, namun nyatanya ini bukan imajinasi melainkan
realita sebenarnya! menulis memang adalah bagian terpenting dalam hidupk, karenanya banyak orang yang mengenalku lewat karya:")
karenya aku tak membutuhkan manusia-manusia munafik untuk menceritakan kisahku. Menulis membuatku menjadi tenang, menjadikanku pribadi
yang peduli akan dunia sosial, menulis mengajarkanku akan arti persahabatan yang nyata. Menulis memang dia tak nyata hadir di hadapanku,
namun, ia selalu hadir di hati dan fikiranku:) menulis, sahabat terbaik yang kupunya:")
I LOVE WRITING<3

Sumber:https://images.search.yahoo.com/images/

Kamu Lagi





Tak ada habisnya kataku jika itu tentangmu, kamu selalu menjadi inspirasiku, selalu jadi alasanku untuk membuat sebuah tulisan dan kali ini tentangmu lagi:")

Kamu, adalah alasan di balik suka dan dukaku, alasan di balik senyum dan tangisku, bahkan alasanku untuk tetap tinggal pada satu cinta.

Kamu, yang selalu ada di segala keadaanku. Senangku kamu ada di sana, sedihku pun kamu ada disana, dan aku bahagia bisa menjadi bagian dari hari harimu detik ini hingga maut yang nantinya akan memisahkan.Aminnnn!!!

Takut?iya, sangat sangat takut. Aku takut kamu pergi, aku takut kamu tak lagi disini, takut jika harus kehilanganmu. Hidupku tak bermakna jika kamu tak ada di dalamnya, hidupku seakan mati, jika kamu mulai mengabaikanku lagi, dan saat itu pula kamu berhasil membuatku meneteskan air mata.

Kamu tahu?ada yang hilang jika sehari saja kabarmu tak ada. Ada sesuatu yang membuatku resah tatkala pesanku tak kamu gubris, dan ada hati yang meronta tatkala kamu mulai marah dan mengabaikanku lagi:”)  ada mata yang rela tak tertidur hingga terbitnya fajar hanya untuk menunggumu:)yah, hanya untukmu.
Kemarin, adalah hari yang selalu singgah di fikiranku, kemarin ada banyak momen yang takkan mungkin bisa lenyap dari fikiran dan ingatanku, dan kemarin adalah hari yang selalu ingin kuulang dan ulang lagi
Kamu tepati janjimu untuk menghabiskan hari denganku, dan kamu benar-benar menepatinya bahkan membuatku tak hentinya-hentinya melukis senyum. Aku nyaman bersandar di pundakmu untuk sekedar melihat deretan bebatuan dan pepohonan dan tertidur menghapus kepenatan setelah sepekan bergelut dengan dunia sekolah.

Aku selalu berharap kebahagiaan kecil kemarin bukan hanya sekedar kata kemarin, tetapi setiap saat, sampai aku lupa bagaimana caranya bersedih dan menangis karenamu:")Tetaplah disini sayangku, tetaplah menjadi alasan di balik apapun yang kurasa, tetaplah menjadi bintang di langit hatiku, tetaplah menjadi inspirasi dibalik semua tulisan-tulisanku dan tetaplah mencintaiku sedalam-dalamnya hingga tak ada satupun alasan kamu pergi meninggalkanku. Aku mencintaimu lebih dari yang mereka tahu, lebih dari yang mereka katakan dan lebih dari yang kamu tahu. Aku mencintaimu hingga aku tak tau bagaimana mendeskripsikannya dengan kata-kata. TAK DEFENISI!

Aku menulis ini ketika sosokmu hadir kembali di fikiranku, rasanya baru kemarin kita menghabiskan hari bersama, melihat orangenya matahari dari balik pengunungan dan bersakit-sakit punggung bersama hanya karena kelelahan berjalan. Dan sekarang ,aku kembali merindukanmu. Merindukan senyummu, tawamu, ocehanmu dan semuanya! Sudah kucoba menghilangkanmu sebentar saja dari fikiranku agar aku dapat berkonsentrasi dalam belajarku hari ini. Namun, semakin kucoba, semakin jelas pula momen-monen itu tergambar di kepalaku. Kamu terlalu dalam menancapkan panah cinta dihatiku, hingga sulit untuk menariknya kembali.

Mungkin inilah masa di mana aku sangat mencintaimu, sangat menyayangimu, bahkan sangat-sangat takut kehilanganmu. “Tidak bakalan kutinggalkan jaki, kitaji yang bisa buatka’ senyaman ini” dan satu kalimat yang selalu bisa mengusir ketakutanku, dan kuharap bukan hanya sekedar kata dan ilusi melainkan pembuktian dan kenyataan. AminnO:)

Kembalilah!!!


Aku dan dia? mungkin hanya bagian dari masa lalumu, bagian dari kenanganmu dan mungkin memang layak untuk kamu lupakan:")
Aku disini, masih berharap kamu punya waktu untuk kami sahabat di masa lalumu, aku dan dia masih disini berharap ada satu
saja saat dimana kita bisa kembali tertawa bersama, bisa kembali bertukar cerita, bisa kembali mengenang masa putih biru bersama.
Namun,,,
Kamu selalu saja sibuk dengan teman-temanmu!yah, teman-teman barumu yang mungkin lebih baik dari kami:")
Aku dan dia terkadang begitu merindukan sosokmu, begitu merindukan tawamu, bahkan begitu merindukan sifatmu yang begitu feminim.
Wahai sahabatku,
Aku dan dia merindukanmu. Yah, sangat-sangat rindu:""")
Sahabatku tersayang,
akankah masa itu kembali terulang? masa dimana kebersamaan kita selalu jadi warna berbeda di hidupku, selalu
membuatku tak merasa sendiri, selalu membuatku tertawa walau ada banyak masalah yang menghamtamku, selalu membuatku terlihat bodoh,
terlihat tak waras dan membuatku tak ingin cepat pulang kerumah:)
Hari itu, masih dalam nuansa lebaran!dan lagi-lagi kami kamu kecewakan!yah, kecewakan untuk yang kesekian kalinya. dan lagi-lagi
karena sahabat barumu:") Mungkin aku dan dia tak lagi penting dihidupmu, bukan lagi sebab kamu tersenyum, bukan lagi pemberi saran
saat kamu punya masalah, dan mungkin...., ah!sudahlah! terlalu banyak kemungkinan yang membuatku kian dalam terperosok dalam jurang
kekecewaan. Sudahlah!aku dan dia membebaskanmu memilih, membebaskanmu melupakan atau bahkan menghapus kami dari kehidupanmu.
Sahabatku tersayang,
tidakkah kau merindukan kami?kami sahabat masa lalumu yang kini mulai kamu abaikan:")kami, sahabat masa lalumu yang kini masih
berharap kamu ada disini dan kembali mengukir kenangan indah lagi, kembali mengukir kebodohan dan kembali mengabadikan potret kita dalam bentuk gambar.
Aku, menulis ini ketika bayangmu terlintas di fikiranku, aku menulis ini ketika hatiku merindumu dan aku menulis ini ketika serpihan demi serpihan
kenangan mengantarkanku akan dirimu, dan bahkan karena menulis ini,air bening itu kini mulai menetes, kini mulai membanjiri lekuk-lekuk
dari wajahku, dan yah, begitu berharganya kamu yang sudah bisa membuatku kembali menangiss!hahahaha:'D ini bukan cengeng, ini hanya
hanya bagian dari isi hatiku!yah, isihatiku:") Dan aku berharap kamu masih punya minimal 10 menit untuk membaca ini dan merenungkannya kembali.
Sahabatku sayang,
Aku dan dia tahu kamu sibuk dengan laporanmu, sibuk dengan sekolahmu!kamipun demikian, sama sepertimu. Tapi, toh kami masih mampu menyisihkan
sedikit saja waktu untuk KITA!
Aku dan dia hanya ingin kebersamaan itu hadir kembali, aku dan dia hanya ingin kita tetap menjadi sahabat baik walau waktu dan tempat membuat kita berbeda,
aku dan dia hanya ingin kita tak saling melupakan hanya karena kesibukan masing-masing. Aku dan dia hanya berharap kita bisa seperti dulu lagi. Hanya itu!dan kuharap kamu
mengerti! kuharap hatimu terketuk, dan kembali merenungkan kalimat ini "MENCARI SEORANG TEMAN ITU MUDAH, SEMUDAH MENEMUKAN AIR DI MUSIM PENGHUJAN, AKAN TETAPI MENCARI SEORANG SAHABAT ITU SULIT, SESULIT MENEMUKAN AIR DIMUSIM KEMARAU KERING"
Dariku dan dia yang masih disini, berharap kamu kembali:)

Kamu!!!




KITA! 1 kata. namun, punya banyak arti.
pernahkah kamu berfikir sedikit saja tentang kita?
Aku, yang teramat dalam mencintaimu,
aku yang teramat dalam merindukanmu,
dan aku yang begitu takut kehilanganmu.

Kamu, lelaki sibuk yang selalu meluangkan waktunya untukku, aku gadis yang masih sibuk dengan sekolah, sekolah dan sekolah..,
yang masih sibuk bergelut dengan tugas, dan PR yang masih sempat mencari keberadaanmu, bahkan masih setia menatap layar ponsel
berharap namamu tertera di sana..,

Kamu, adalah lelaki kedua yang telah menyempurnakan hidupku, kamu lelaki kedua yang memperkenalkanku akan cinta dan kasih sayang,
bahkan lelaki kedua yang dengan begitu sabar mengahadapi sikap keras kepalaku. dan AKU BAHAGIA ada di hidupmu.

Terkadang kenyataan begitu lucu,tapi itulah yang membuat kita lebih saling melengkapi. Seperti kebiasaanku yang malas makan, justru kamu
punya kebiasaan yang sangat rajin makan, aku yang begitu sering tidur larut malam, justru kamu yang begitu cepat tertidur, bahkan lupa mengucap
selamat malam.Terkadang senyum itu terlukis di bibirku, ketika ingatan-ingatan itu kembali hadir.

Kamu, selalu punya cara membuatku tersenyum, selalu punya cara membuatku bahagia, walau terkadang kamu sering marah dan mengucap kata "Terserah"
tetapi, aku tetap mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu.
mungkin kau bertanya-tanya alasan mengapa aku begitu dalam mencintaimu.Akan tetapi, sampai  saat ini tak ada satupun alasan mengapa aku mencintaimu.

Dan sampai detik ini kamu masih yang terindah, masih yang tercinta dan masih yang tersayang!Loveyouu and Missyou so munch my Dear:')

Saya yang salah!!!

 

Awalnya, kita baik-baik saja. masih saling betukar senyum, walau hanya lewat pesan singkat, awalnya tak terjadi apa-apa. masih baik-baik saja!

Aku sendiri tak pernah mengerti awal mengapa keadaan yang sedari tadi baik-baik saja, kini berubah menjadi tidak baik-baik saja.

Satu pesan singkat yang kukirimkan untuknya yang berisi kedatangan temanku, sontak membuat suasana tak lagi harmonis, membuat suasana menjadi tegang penuh cekcok.

Ini salahku, aku yang terlalu banyak lupa, lupa akan dirinya! aku yang selalu menganggap semuanya biasa walau sebenarnya itu bukan biasa!!!

Maaf, untuk kali ini aku benar-benar lupa, tapi bukan berarti melupakanmu di hidupku. Aku menulis ini di tengahnya malam, mencoba menenangkan hati dan fikiran, menunggumu lagi, menunggu maafmu, dan menunggu dan masih tetap menunggu!!!

Mataku tak dapat kupejamkan, bayangmu terus saja berputar-putar di otakku, kesalahan itu membuatku merasa sangat-sangat bersalah terhadapmu! telah puluhan maaf, yang kuutarakan padamu, dan tetap jawaban yang sama yang kutemui dengan tanda titik di akhir katanya.

Maaf,!maaf, dan maaf! hanya itu yang mampu kuucapkan untukmu! walau kutau sulit bagimu untuk memaafkanku, biarlah itu menjadi urusanmu! bagaimanapun kamu, aku akan tetap menyayangimu, mencintaimu seperti saat kita masih baik-baik saja. biarlah setiap tetesan air mata yang jatuh menjadi tandabahwa kau tak pernah hilang dihidupku, tak pernah pergi dari hatiku, kau selalu punya tempat terindah baik dihati maupun fikiranku:)

Sumber gambar: www.lihat.co.id

Berat Untuk Pergi, Nmun Harus Pergi!

XI IA2 kelasku duluuu:") duluuu, sebelumku pindah ke XI IS 5. Disana, ada banyak karakter yang kutemui, ada banyak teman-teman yang luar biasa, mereka HEBAT! yah, sangat HEBAT dimataku :)

Mereka-mereka begitu ahli dibidang IPA, bahkan mampu membuatku terkagum-kagum. Aku bangga bisa menjadi bagian dari mereka, bisa jadi bagian dari kekocakan dan kekonyolan mereka, bahkan bangga belajar bersama walau itu hanya sekitar sebulan lebih.

Berat, meninggalkan semuanya, tapi apa daya keinginan hati lebih kuat dari keinginan logika. Selalu aku berusaha meyakinkan diriku sendiri, bahwa aku bisa tetap bertahan. Namun, rupanya aku tak mampu untuk itu.

Daya otakku tak dapat secerdas kalian, tak dapat sekuat kalian dan tak dapat setegar kalian:") Aku pergi bukan karena ketidaknyamanan di sana. Akan tetapi, karena memang aku tak lagi bisa untuk bertahan dengan angka, angka dan angka disetiap harinya. Otakku lelah untuk itu, lelah dan sangat lelah:(

Maaf jika aku punya banyak salah kawan, maaf jika dulunya aku pernah menyakiti salah satu dari kalian dan maaf untuk semuanyaa:)

Makasih telah memberikan secuil kenangan manis, makasih telah mengenalkanku akan kebersamaan dan solidaritas, serta persaingan yang begitu ketat. Dan, makasih untuk momen perpisahan singkat kita, yang berhasil membuatku meneteskan air mata:")

I happily been part of you. and thanks for everything. I'll see you in the future, I'll see you in the success of a friend :)

Dia Lagi!!


Sumber gambar: http://jasakalibrasi.net/wp-content/uploads/2013/05/angka-penting.jpg

lembaran-lembaran itu hadir lagi, untuk yang kedua kalinya, dan masih di tempat yang sama kudapati diriku sendiri terpaku menatap setiap angka dan huruf yang terpampang jelas dihadapanku.
Yah, Allah!!sehancur inikah?
apakah rasa benci dan tidak suka terhadap setiap angka dan angka membuatku harus terpuruk sejauh ini? matematika oh, matematika!! tidak bisakah kita berkawan untuk satu hari saja? untuk satu kesempatan saja? untuk satu waktu saja?

apakah aku yang terlalu dalam membencimu, sehingga mata hati dan fikiranku telah tertutup untuk menerima segala hal tentangmu?apakah harus aku kembali kemasa lalu? kembali kemasa dimana pertama kali aku mengenalmu, berusaha untuk menyukaimu, walau pada kenyataannya hatiku dan mampu untuk itu. Entahlah nalarku tak sampai untuk itu.

Dan aku masih berada ditempat yang sama, merenungkan semua hal yang terjadi, berusaha untuk tampak baik-baik saja, berusaha untuk bersikap selayaknya tak terjadi apa-apa. Namun, pada kenyataanya hatiku pun terluka, terluka dan sangat terluka.

Yah,karma mungkin:) dan aku harus ikhlas dan tabah untuk itu!!!

Jika pada akhirnya kau tak bisa menjadi kawanku, tolonglah untuk tidak menjadi musuhku, wahai MATEMATIKA.

Sampaikan Padanya

Aku masih disini, ditempat ini, dengan wajah yang memucat, dengan tubuh yang masih terbaring tak berdaya. Namun, jemariku tak dapat terhenti untuk menekan setiap keyword-keyword notebook di hadapanku.

3 hari ditempat ini, 3 hari berada jauh dari kehidupan sekolah, tugas-tugas dan semua hal yang memusingkan kepala. terlebih jika itu berhubungan dengan angka-angka.

 
Terkadang akupun merindukan deretan angka-angka itu, rumus-rumus yang begitu memusingkan kepala bahkan merindukan celotehan guru-guru yang begitu terganggu dengan cat kelasku yang begitu cerah.

Merindukan teman-teman yang kadang lucu, kadang serius kadang begitu kenyol. 3 hari tak bertemu dengan sekolah tak berjumpa dengan teman-teman qwerty, tak menikmati makanan kantin. huuu dan aku mulai merindukannya,

Angin, sampaikan kepada Tuhan aku merindukan sekolah, teman-teman dan juga merindukan kesehatan. tolonglah sembuhkan, izinkan aku kembali menjalani hari dengan tubuh yang sehat, dengan tanpa ada lagi beban yang menghantuiku disetiap malamnya.